Al Quran adalah pedoman hidup manusia bagi umat islam khususnya. Bagi orang-orang yang belajar membaca Al Quran (mengaji) menjadi titik awal bagaimana kita memaknai ayat-ayat yang ada di dalamnya. Meski terkadang membacanya tidak diikuti oleh pemahaman yang mendalam terhadap arti dari aya-ayat tersebut. Membacanya dari awal dimulai dari Surat AL-Fatihah hingga Surat An-Naas dan dapat dikatakan khatam Al Quran terlepas dari paham tidaknya, fasih tidaknya dari bacaan Al Quran menjadi titik penting dari harapan dalam menjalani kehidupan dengan Al Quran sebagai semangat dan pedoman.
Itulah pula yang terjadi kepada para santri yang mengaji ter utama di pondok pesantren maupun tempat-tempat mengaji seperti mushola dan masjid lainnya, terutama yang ada di lingkungan desa. Kehidupan masyarakat yang masih meme gang teguh sebuah tradisi dalam memaknai khatam Al Quran untuk anak-anak mereka dengan mengadakan suatu tasyakuran khatam Al Quran.
Sederhana sebenarnya kegiatan ini, namun memiliki suatu harapan dan doa yang sangat agung. Suatu wujud terima kasih atas anugerah dan rahmat yang diberikan oleh Allah SWT, terhadap telah khatamnya bacaan Al Quran yang dipelajari serta melantunkan suatu doa agar si anak dapat terus membaca dan memahami isi dari Al Quran dalam setiap kehidupan yang akan dijalani ke depannya.
Sederhana sebenarnya kegiatan ini, namun memiliki suatu harapan dan doa yang sangat agung. Suatu wujud terima kasih atas anugerah dan rahmat yang diberikan oleh Allah SWT, terhadap telah khatamnya bacaan Al Quran yang dipelajari serta melantunkan suatu doa agar si anak dapat terus membaca dan memahami isi dari Al Quran dalam setiap kehidupan yang akan dijalani ke depannya.

